Lama
tak berkunjung ke kedalaman, di bulan April kemarin saya mendapatkan jadwal
pertemuan di Labuan Bajo. Sudah beberapa kali kesana tetapi aktivitas yang saya
lakukan hanya wisata kuliner dari café ke café dan island hopping LOB. Dalam
kunjungan kali ini saya ingin merasakan menyelam di Komodo dan kemudian membuat
janji dengan seorang teman (Prilli) yang juga hobi diving. Kami pun menyusun
rencana setelah menyelesaikan pekerjaan. Sepanjang jalan di Kampung Tengah
alias Kampung Bule Labuan Bajo banyak dive center dan agen open trip, sehingga
kita memiliki banyak pilihan. Kami memilih Dive Komodo silakan klik linkberikut, yang berada di seberang Homestay Gardena dengan pertimbangan si teman
sudah pernah menggunakan service mereka dan ada trip yang tersedia di hari yang
kami butuhkan. Disitu juga kami mengisi declaration form dan menunjukkan diving
license, Dive Master sempat menanyakan sudah diving berapa kali sebelumnya.
Adapun dive spot yang akan kami selami yaitu Siaba Besar, Siaba Kecil, dan Mawan.
Kami tidak mendapatkan Batu Bolong yang menjadi poin utama dari TNK.
 |
|
Di
sore hari kami datang dan melakukan fitting untuk alat yang akan digunakan esok
harinya, alat-alat tertata rapi dan bersih di dalam penyimpanan. Pagi harinya
kami check out dari Hotel Luwansa, berpindah ke Bajo Hotel dan langsung
berjalan kaki menuju dive center pukul 07.00. Kami sempat menunggu 15 menit di
dive center sebelum berjalan ke pelabuhan. Kami memasuki kapal dan mendapatkan
briefing dari Dive Master sebelum kapal berjalan dan apa saja yang harus kami
persiapkan. Informasi yang diberikan semuanya dalam Bahasa Inggris berhubung
hanya ada 2 orang diver yang dari Indonesia (yaitu kami ber 2) selebihnya
adalah turis asing. Total peserta dive kali ini sebanyak 8 orang dan ada 3
orang yang masih harus mengambil refresh. Mereka yang terakhir kali menyelam
lebih dari 6 bulan terakhir harus mengambil refreshment yaitu pengenalan
kembali dan ada test tertulis untuk mengingatkan tentang teori. Untungnya
terakhir kali saya diving di bulan Desember 2016, sehingga tidak perlu
mengambil refreshment lagi.
 |
Penyu di Siaba |
Saat
turun di spot pertama, saya masih harus mengumpulkan keberanian untuk entry
dengan cara giant strike karena selama ini terbiasa turun dengan gaya seated.
Akhirnya saya berani dan masuk bersama dive master dan teman saya Prilli. Kami
mulai turun dan dapat melihat cukup terang karena visibility yang baik dan
masih melihat pasir, 15 menit kemudian kami mulai melihat terumbu karang
berwarna-warni dan PENYU. Ya, Siaba merupakan habitat baik penyu hijau. Saya
yang sebelumnya tidak pernah melihat penyu di habitat asli pun langsung
kegirangan karena bisa melihatnya bukan hanya 1 tetapi sampai di 5 titik
sekaligus! Terumbu karangnya masih sangat alami dan membuat saya benar-benar
merasa sedang berkelana di taman bunga yang cantik. Terjadi kejadian lucu di
dive kedua, saya yang tak biasa diving di kondisi arus cukup kaget ketika
melewati wall yang arusnya kencang dan malah berusaha melawannya yang malah
membuat saya menjauh dari buddy. Akhirnya saya sudah mulai menikmati arusnya,
malah merentangkan tangan seolah-olah sedang terbang. Kami sempat bertemu
dengan seekor pari tutul dan Crocodile fish yang aneh disini. Setelah
menyelesaikan dive pertama, kami menikmati makan siang yang enak di kapal.
Makanan dan minuman yang disedikan rasanya enak dan tidak kekurangan. Untuk
snack di pagi hari ada donat dan pisang kemudian di sore hari tersedia biscuit.
Air mineral, kopi, teh tersedia selalu dan silakan meraciknya sendiri.
 |
Crocodile Fish alias Ikan Buaya |
Sebelum
turun di dive spot terakhir, kami mendapatkan briefing bagaimana cara
berinteraksi dengan manta. Dive Master melarang dengan keras untuk berada
terlalu dekat di depan manta dan tegas mengatakan tidak boleh menyentuh manta
ataupun Cleaning Station. Apabila ada yang melakukannya maka kita akan langsung
kembali ke atas. Mawan sendiri adalah Cleaning Station milik manta, artinya
Manta datang ke titik ini untuk membersihkan dirinya (mandi) di beberapa coral
langganan nya. Di TNK sendiri biasanya ada 2 tempat untuk melihat Manta Ray
yaitu Manta Point sebagai tempat makan dan Mawan tempat mandi. Kami menyelam
cukup lama dan harus melawan arus yang cukup melelahkan dan hasilnya tidak ada
manta yang bisa kami temukan. Saya sempat melihat sekelebat bayangannya tetapi
tidak menemukannya kembali. Tak apalah, yang penting saya sudah pernah bertemu
Manta walaupun saat itu hanya dengan freediving.
 |
Menyelam di antara Bumphead Parrot Fish |
 |
Warna-Warni di Siaba Kecil |
 |
Manta Ray di Manta Point tahun lalu :( |
Selesai menyelam, kami naik
kembali ke kapal mencopot peralatan dan mengeringkan badan dengan tiduran di
deck atas kapal. Pukul 17.00 kami sudah kembali merapat ke pelabuhan di Labuan bajo,
kembali ke dive center untuk meminta stamp di logbook masing-masing. Overall
saya sangat puas dengan service yang diberikan oleh Komodo Dive dengan harga Rp
1.500.000 mendapatkan 3x dive, pelayanan kru yang mengurus hingga printilan
seperti langsung merapikan alat dan menyusun sesuai dengan nama diver. Sehabis
menyelam kami kembali ke penginapan, mandi dan kemudian buru-buru mencari
makanan karena rasa lapar yang luar biasa. Diving ke 3 dalam pencarian manta
menguras energy luar biasa dan saya masih harus berjalan kaki ke Kampung Ujung
untuk bertemu teman dan kemudian menghabiskan makanan yang sangat banyak.
Sungguh saya belum pernah merasa se lapar itu
 |
Wajah Kelaparan |
Dari dulu sampai hari ini rencana buat dapet diving license gak pernah kesampaian.. yah akhirnya main free diving doang aja.. duh padahal itu spot2 di Labuan Bajo keren buat main diving
BalasHapusAyo mas ambil di Kupang aja license nya...Ga bakal nyesel deh
Hapus