Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Taman Laut Riung 17 Pulau

Setelah menyampaikan materi dalam Pelatihan Kader dengan pengetahuan yang masih meraba-raba, akhirnya saya memulai pekerjaan di lapangan. Ya, saya akan live in di desa dan melakukan perekrutan sponsorship. Saya tinggal di sebuah desa yang cukup terisolir, sulit sinyal dan tanpa listrik. Rumah-rumah hanya mengandalkan lampu tenaga surya ataupun Genset. Bahkan kami juga membawa genset kecil ke desa. Tinggal di desa tersebut selama 4 hari dan bekerja cukup padat membuat saya banyak belajar. Budaya, kehidupan, keterbatasan namun sungguh saya menikmatinya. Apabila ditanya, di tempat manakah pengalaman live in paling berkesan tentunya saya akan menjawab di Bajawa! Foto saat live in di Bajawa, di bukit ini tempat kami biasa mencari secercah sinyal Sempat berdiskusi dengan si senior, kami pun memutuskan nekat berangkat ke Riung di akhir pekan. Sepulang dari desa kami bergegas menuju ke terminal dan mencari travel mana yang akan berangkat ke Riung, setelah menemukan dan meminta nomor...

Percakapan Senja

Izinkan aku larut sendiri dalam ketenangan senja Mengapa kau harus menikmatinya sendiri? Karena sesungguhnya ketenangan itu mahal harganya Kenapa harus berenang di kolam kecil tak beriak, sementara ada lautan luas membentang? Karena kali ini aku ingin menikmati lautan dengan cara berbeda, memandang, basah namun tak menyentuhnya Kenapa harus keluar ketika di dalam terbukti lebih aman? Bukankah kita harus melihat keluar dan merasakan tidak aman baru bisa katakan di dalam lebih aman Mengapa harus pergi ke Timur, jika di Barat lebih nikmat? Kau belum rasakan hangat dan nikmatnya matahari timur, di timur kami lebih dahulu menikmati matahari yang pastinya lebih hangat dari yang kau rasakan Mengapa memilih pelosok daripada perkotaan? Disini kami menemukan tantangan baru, melihat dunia yang belum pernah kami lihat sebelumnya Kenapa harus berpanas-panasan di lapangan sementara ada tempat lebih nyaman untukmu? Karena terik matahari, rinai hujan dan senyum jauh lebih nikmat d...

HELLO NTT...

Di tanggal 29 September 2014, saya siap menapakkan kaki ke tanah timur yang pernah menjadi impian saya. Setelah menyelesaikan masa orientasi selama kurang lebih 1 bulan di National Office World Vision Indonesia, saya pun harus bersiap meninggalkan Pulau Jawa yang telah saya tempati selama 4,5 tahun terakhir. Setelah sebulan menikmati ibukota, saya akui berat untuk meninggalkan tempat itu tetapi kembali lagi saya mengingat bahwa saya harus siap untuk menjalani tempat baru yang pernah menjadi impian saya. Saya teringat ketika masih kuliah, saya pernah mengatakan bahwa saya nantinya akan bekerja di sebuah NGO Internasional dan menjelajah pelosok Indonesia. Seorang teman mengatakan bahwa kelak saya akan menjadi budak kantor sama halnya dengan dia yang sangat kesulitan untuk merasakan liburan tetapi saya menjawab, “Nggak ahh, ntar aku kerjanya di pantai dan gunung bukan di balik meja…” Ketika seorang teman mengatakan bahwa saya juga akan menjadi bagian dari penatnya Jakarta, saya menjawab ...

Cerita Skripsi (3) Bertemu Narasumber

Setelah gue diberi nomor HP Pak Fauny Hidayat, Manager Marketing LSI dan bikin janji bertemu di hari sabtu. Beliau ternyata menjadi narasumber di Universitas Pendidikan Indonesia. Gue standby di UPI jam 7 pagi, dan coba ngehubungi beliau ternyata beliau masih mandi dan gue diajak ketemuan di hotel tempat beliau nginap di daerah Setiabudi. Oke, gue naik angkot lagi dan turun di hotel Casa de Ladera. Gue nunggu beliau di restoran dan beliau ngajak gue sarapan. Sebenernya gue lapar, tapi saking sibuknya preparation buat wawancara dan nge steno wawancara yang cukup panjang. Gue ga sempat sarapan! Wawancara berlangsung cukup lama, ada sekitar 15 pertanyaan yang udah gue susun dan Pak Fauny memberikan jawaban yang memuaskan, bahkan bisa gue katakan udah menjawab keseluruhan research question gue. Sehabis menyelesaikan wawancara, kita sempat ngobrol nyantai soal survey dan pendapat gue tentang Pilkada. Ketika jam menunjukkan pukul 10.30, LO acara nyamperin beliau dan disitu gue sempat mint...

Cerita Skripsi (2)

Setelah melalui sidang seminar dan prakdip di bulan November, gue menjelma menjadi mahasiswa setengah nganggur. Tugas besar gue telah berakhir, tapi gue masih punya utang ngulang 2 mata kuliah. Satu mata kuliah ga penting tapi bisa jadi mengancam cita-cita gue kalo ternyata semester ini gue belum lulus juga. FYI, ini adalah kali ke 3 gue ngambil ini matkul. Dua pengulangan sebelumnya gue gak lulus (simpel), dan satu mata kuliah lainnya adalah Mata Kuliah Umum yang ruangannya berada di sebuah ruangan terluas yang dimiliki oleh FISIP UNPAR, 90% peserta kuliah adalah Mahasiswa Baru yang masih unyu-unyu dan nikmat buat di bully. Satu setengah bulan gue habiskan dengan nyantai, main kesana kemari dan hampir melupakan kuliah, apalagi skripsi gue. Setelah menyelesaikan UAS gue langsung pulang kampung ke Siantar, merayakan natal dan tahun baru bareng keluarga tercinta. Tanpa terasa, dengan jantung berdebar-debar tiba saatnya gue harus ngebuka student portal ngecek nilai dan Puji Tuhan gue...