Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label merenung

DIRUGIKAN OLEH PATRIARKI

Gambar dari sini Berbicara mengenai patriarki dan sederet keburukannya biasa dianalogikan kepada para perempuan yang terpaksa harus selalu kalah dengan laki-laki, berkompetisi tidak sehat, mendapat stigma dan sejuta hal lainnya. Suatu sore di kota kecil ini, saya dan seorang teman laki-laki sepulang menikmati keindahan pantai di akhir pekan awalnya berdiskusi di mobil mengenai investasi dan hobi. Sebagai pekerja entry level, tentunya kami sedang dalam tahap belajar berinvestasi untuk masa depan. Sempat menyebut beberapa produk investasi dan akhirnya terbitlah ucapan mengenai “RUMAH”. Si lelaki mengatakan bahwa sudah saatnya dia berpikir untuk memulai DP Rumah selayaknya seorang lelaki yang harus memikirkan persiapan rumah jika nanti menikah. Sempat terucap bahwa, “Lo sih enak bisa habisin duit buat biayain hobi diving, gak usah mikirin beli rumah”.  Saya tidak langsung merespon dengan marah layaknya seorang feminis radikal. Saya kemudian memancingnya untuk berpikir, “Sad...

Menjadi Volunteer Super

Gambar dari sini Saya tertarik melihat beberapa project crowd funding dan berdonasi yang saat ini semakin mudah ditemukan di Indonesia. Sungguh sebuah budaya yang baik, terbukti bahwa meskipun bangsa ini memiliki Indeks Harapan Hidup yang relative rendah ternyata masih banyak yang mampu memberi bagi sesama. Selain memberi melalui donasi, saya juga melihat adanya trend volunteer yang cukup banyak dalam tahun terakhir. Saya yang bekerja di sector social sering mendapat pertanyaan, “Adakah kesempatan untuk menjadi volunteer di organisasimu?” Saya pernah menjawab ya dan pernah juga menjawab tidak sambil merekomendasikan beberapa gerakan social yang secara rutin membutuhkan volunteer untuk mengisi kegiatan mereka. Saya pun pernah beberapa kali menjadi volunteer di beberapa kegiatan, walau mungkin sebenarnya tanpa menjadi volunteer pun saya bisa dengan leluasa pergi ke desa, bertemu anak-anak dan masyarakat sesuai pekerjaan saya. Tapi sekali-kali saya merasa perlu melepaskan be...

Ku (H)Ajar Kodrat

Ku buka social media, membahas perempuan dan laki-laki Kau ucap “Kodrat perempuan seperti itu” Siapa kamu sehingga berani berucap kodrat? Tahukah kamu apa itu kodrat? Ku baca halaman depan surat kabar Judulnya “Jangan lupa kodrat” Siapa kamu yang berani menulis judul itu dan menyuntingnya hingga terbit di surat kabar? Padahal isinya hanya seorang pejabat perempuan yang hobi jalan-jalan, cantik, dan berkeluarga Tahukah kamu apa itu kodrat? Heii orang-orang dangkal yang hobi berucap kodrat, ingatlah bahwa kita masih sama-sama punya tubuh, otak, dan alat kelamin Coba kau buka kamus dan otakmu agar kau tau apa arti kodrat dan jangan sedikit-sedikit kau ucap ketika membahas perempuan dan laki-laki Aku percaya Tuhan tidak menciptakan orang-orang yang selalu menggunakan kata “kodrat” untuk membela atau menjatuhkan diri Karena Tuhan hanya menciptakan kita dengan alat kelamin yang berbeda!   Perempuan yang sedang belajar Namosain, 14 November 2015

Percakapan Senja

Izinkan aku larut sendiri dalam ketenangan senja Mengapa kau harus menikmatinya sendiri? Karena sesungguhnya ketenangan itu mahal harganya Kenapa harus berenang di kolam kecil tak beriak, sementara ada lautan luas membentang? Karena kali ini aku ingin menikmati lautan dengan cara berbeda, memandang, basah namun tak menyentuhnya Kenapa harus keluar ketika di dalam terbukti lebih aman? Bukankah kita harus melihat keluar dan merasakan tidak aman baru bisa katakan di dalam lebih aman Mengapa harus pergi ke Timur, jika di Barat lebih nikmat? Kau belum rasakan hangat dan nikmatnya matahari timur, di timur kami lebih dahulu menikmati matahari yang pastinya lebih hangat dari yang kau rasakan Mengapa memilih pelosok daripada perkotaan? Disini kami menemukan tantangan baru, melihat dunia yang belum pernah kami lihat sebelumnya Kenapa harus berpanas-panasan di lapangan sementara ada tempat lebih nyaman untukmu? Karena terik matahari, rinai hujan dan senyum jauh lebih nikmat d...