Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kerja sosial

5 Hal yang Akan Mengubah Ekspektasimu tentang Nusa Tenggara Timur

Setelah melihat banjirnya web startup yang berbicara topik bermacam-macam, saya iseng menulis dan ternyata dipublish di sebuah web startup traveling. Sungguh perasaan saya campur aduk, kali pertama bagi saya menulis di media online dan dibaca oleh ratusan orang. Mari lihat artikel yang saya tulis... Sebagai seorang pekerja sosial yang saat ini tinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT), ada sangat banyak hal tentang tempat ini yang saya pikir harus saya bagikan, agar orang tak hanya mengenal NTT sebagai daerah yang kekeringan, miskin dan terbelakang; 1. NTT, sebuah provinsi yang terdiri dari banyak pulau Lepaskan penatmu di sini! Foto oleh Pritta Damanik Nusa Tenggara Timur ini unik, sebuah provinsi yang terdiri dari banyak pulau. Orang-orang sering menyebut FLOBAMORA, yang merupakan singkatan dari FLOres, SumBA, TiMOR, Alor. Ya, itu adalah pulau-pulau  besar yang ada di NTT. Selain pulau-pulau tersebut ada juga beberapa pulau lain yang cukup terkenal yaitu Rote, Sabu, Semau,...

PERUBAHAN

Sepuluh bulan sudah saya lalui di provinsi ini, mulai dari berkenalan dengan pekerjaan, tercebur dan ngap-ngapan menjalaninya. Hampir 4 bulan pertama saya lalui di luar tempat tinggal saya di Kupang. Ya, saya berstatus travel selama itu. Ketika sedang berada di lapangan, seringkali rasa rindu pada kamar yang berantakan tetapi tetap menjadi tempat ternyaman bagi saya selalu memanggil. Terkadang hanya pulang seminggu dan melanjutkan perjalanan kembali, koper pun tak sempat dibongkar. Pastinya banyak hal yang telah berubah dalam pengembaraan saya kali ini. Disini juga saya belajar menjadi pekerja lapangan ya sebelumnya saya idam-idamkan, ternyata tak semudah di pikiran saya. Butuh stamina luar biasa dan saya juga belum memahami mengapa saat itu saya bertahan tanpa segala sakit yang dulu sering mampir ke tubuh saya. Baiklah, saya akan tuliskan apa saja yang telah berubah ataupun pencapaian yang saya peroleh dalam 10 bulan terakhir 1. Saya berhasil naik pesawat dengan baling-baling ...

Taman Laut Riung 17 Pulau

Setelah menyampaikan materi dalam Pelatihan Kader dengan pengetahuan yang masih meraba-raba, akhirnya saya memulai pekerjaan di lapangan. Ya, saya akan live in di desa dan melakukan perekrutan sponsorship. Saya tinggal di sebuah desa yang cukup terisolir, sulit sinyal dan tanpa listrik. Rumah-rumah hanya mengandalkan lampu tenaga surya ataupun Genset. Bahkan kami juga membawa genset kecil ke desa. Tinggal di desa tersebut selama 4 hari dan bekerja cukup padat membuat saya banyak belajar. Budaya, kehidupan, keterbatasan namun sungguh saya menikmatinya. Apabila ditanya, di tempat manakah pengalaman live in paling berkesan tentunya saya akan menjawab di Bajawa! Foto saat live in di Bajawa, di bukit ini tempat kami biasa mencari secercah sinyal Sempat berdiskusi dengan si senior, kami pun memutuskan nekat berangkat ke Riung di akhir pekan. Sepulang dari desa kami bergegas menuju ke terminal dan mencari travel mana yang akan berangkat ke Riung, setelah menemukan dan meminta nomor...

Bajawa

Setelah sebulan menetap di Kupang dan mempelajari pekerjaan saya, tibalah saya untuk berangkat ke lapangan dan travel pertama saya adalah Bajawa! Pertama kali mendengar nama kota ini dari senior saya di kampus yang telah terlebih dahulu bergabung di WVI dan dia yang banyak bercerita tentang pekerjaannya yang kemudian menginspirasi saya untuk bergabung di WVI. Saya benar-benar excited menyambut travel pertama saya menuju sebuah kabupaten di Flores dan bertemu dengan senior saya. Jauh sebelum keberangkatan saya juga sudah mencari-cari informasi di internet mengenai Kabupaten Ngada, pastinya mencari tempat wisata terlebih dahulu. Saya menemukan Kampung Bena, Taman Laut Riung 17 Pulau, Wawo Muda, dan Gunung Inerie. Sehari sebelum keberangkatan, saya berbelanja titipan teman-teman disana seperti se’I, jagung titi, dan kue ulang tahun. Esok harinya saya akan merayakan ulang tahun ke 23 disana. Saya berangkat menggunakan pesawat Transnusa di pagi hari, ini adalah kali pertama saya menaik...

HELLO NTT...

Di tanggal 29 September 2014, saya siap menapakkan kaki ke tanah timur yang pernah menjadi impian saya. Setelah menyelesaikan masa orientasi selama kurang lebih 1 bulan di National Office World Vision Indonesia, saya pun harus bersiap meninggalkan Pulau Jawa yang telah saya tempati selama 4,5 tahun terakhir. Setelah sebulan menikmati ibukota, saya akui berat untuk meninggalkan tempat itu tetapi kembali lagi saya mengingat bahwa saya harus siap untuk menjalani tempat baru yang pernah menjadi impian saya. Saya teringat ketika masih kuliah, saya pernah mengatakan bahwa saya nantinya akan bekerja di sebuah NGO Internasional dan menjelajah pelosok Indonesia. Seorang teman mengatakan bahwa kelak saya akan menjadi budak kantor sama halnya dengan dia yang sangat kesulitan untuk merasakan liburan tetapi saya menjawab, “Nggak ahh, ntar aku kerjanya di pantai dan gunung bukan di balik meja…” Ketika seorang teman mengatakan bahwa saya juga akan menjadi bagian dari penatnya Jakarta, saya menjawab ...