Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi Volunteer Super

Gambar dari sini Saya tertarik melihat beberapa project crowd funding dan berdonasi yang saat ini semakin mudah ditemukan di Indonesia. Sungguh sebuah budaya yang baik, terbukti bahwa meskipun bangsa ini memiliki Indeks Harapan Hidup yang relative rendah ternyata masih banyak yang mampu memberi bagi sesama. Selain memberi melalui donasi, saya juga melihat adanya trend volunteer yang cukup banyak dalam tahun terakhir. Saya yang bekerja di sector social sering mendapat pertanyaan, “Adakah kesempatan untuk menjadi volunteer di organisasimu?” Saya pernah menjawab ya dan pernah juga menjawab tidak sambil merekomendasikan beberapa gerakan social yang secara rutin membutuhkan volunteer untuk mengisi kegiatan mereka. Saya pun pernah beberapa kali menjadi volunteer di beberapa kegiatan, walau mungkin sebenarnya tanpa menjadi volunteer pun saya bisa dengan leluasa pergi ke desa, bertemu anak-anak dan masyarakat sesuai pekerjaan saya. Tapi sekali-kali saya merasa perlu melepaskan be...

Perawatan Kulit Tukang Bapanas

Selama 2 tahun tinggal di Kota Kupang, ada banyak istilah yang saya kenal dan tentunya saya semakin ahli berbicara dengan logat Kupang yang kaya orang nge rap . Cuaca yang panas tentunya melekat erat dengan Kota Karang di pesisir teluk Kupang ini, orang-orang disini biasa menyebut “Bapanas” untuk panas-panasan atau berdiri di bawah terik matahari. Saya yang banyak berkegiatan di luar ruangan entah itu bekerja ataupun menyalurkan hobi tapaleuk (tukang jalan-jalan) tentunya sering terpapar matahari apalagi ketika ke tempat favorit saya yaitu PANTAI. Saya sangat menyukai pantai, dan paling anti ke pantai dengan menutup kulit karena takut hitam, IT’S A BIG NO! Mungkin karena saya cuek atau memang sangat menyukai pantai dan sinar matahari. Saya menikmati segala kegiatan di pantai mulai dari berenang, tidur-tiduran di pasir, berjalan menyusuri pantai, snorkeling, free dive, hingga scuba diving. Banyak yang penasaran mengapa saya tidak terlihat hitam atau menggelap dengan aktivitas bapana...

First Diving Video in Kupang

Please enjoy my first diving video in Kupang, located in Lantamal VII Kupang with Local Dive Instructor from Flobamora Dive Center

Perjalanan di Bawah Laut Kupang

Saya mengingat ketika di akhir tahun 2014, sejenak sebelum berpindah ke tahun 2015 saya sempat mencoba menuliskan resolusi di tengah kesendirian menikmati malam tahun baru sembari mengintip warna-warni kembang api dari jendela kamar. Ada beberapa hal yang saya tuliskan, jujur itu hanya terbersit tiba-tiba dan saya hanya menuliskannya di sebuah aplikasi catatan di HP saya yang masih berusia 3 bulan pada saat itu. Tanpa disangka 3 bulan kemudian HP itu rusak akibat kecerobohan saya saat pergi ke Pulau Kera, Kupang. Bukan tercebur air laut tetapi malah ketumpahan sebotol penuh air mineral di dalam tas saya saat berada di perahu. Beberapa bulan setelah kejadian HP rusak, saya pergi bersama teman jalan terbaik saat itu mencari informasi mengenai spot snorkeling di Kupang mulai dari bertanya ke instagram, komunitas di facebook hingga mendatangi Polairud Kupang demi impian snorkeling. Akhirnya kami menemukan komunitas snorkeling dan ikut snorkeling pagi ataupun sore di tempat itu. Saya j...

Menapaki Si Cantik Inerie

Kembali bertemu dalam posting saya yang sudah super duper basi, saya akan bercerita mengenai pengalaman saya mendaki gunung di bulan Desember 2014. Setelah pulang dari Riung dan kembali melanjutkan tugas saya di Bajawa, di akhir pekan kami berencana untuk mendaki Gunung Inerie yang menjulang megah di Bajawa. Kali ini kami tidak berjalan berdua tetapi ada tambahan seorang laki-laki sesame staf yang bersedia ikut dalam perjalanan. Saya dan si senior memang belum pernah mendaki gunung dan ini adalah pendakian pertama dalam hidup kami, sementara si laki-laki hobi dan sudah berkali-kali naik gunung. Ya, setidaknya kami merasa sedikit aman untuk pendakian ini. Ohh ya Inerie sendiri artinya adalah perempuan cantik. Si cantik Inerie yang selalu membuat saya terkagum dan jika anda berminat mungkin juga bisa menonton sebuah film dokumenter yang dibintangi Lola Amaria dengan judul "Inerie". Ohh ya cukup sudah... Gunung Inerie dari Kampung Bena, abaikan punggungnya Kami berenc...

Rote,Kabupaten Selatan Indonesia

Lama sudah saya tak bercerita kembali di blog ini. Baiklah kali ini saya akan menyapa kembali dengan tulisan ala-ala travel blogger yang sedang hits dan mungkin juga sedang saya khayalkan saat ini. Setelah saya kembali dari perjalanan panjang saya di Kabupaten Ngada dan menikmati kembali Kota Kupang tempat tinggal tercinta di pertengahan bulan Desember 2014. Saya berkantor selama kurang lebih seminggu dan kemudian mendapatkan jatah libur natal. Saya sudah merencanakan liburan ini sejak jauh-jauh hari dan kali ini saya tidak berjalan sendiri seperti biasanya, ada seorang partner yang rela terbang dari sebelah barat demi menemui dan berjalan bersama saya :) Setelah merayakan natal, kami berjalan menuju Pelabuhan Tenau dengan menumpangi taksi. Di kupang, taksi adalah mobil pribadi yang siap kita telepon kapan saja dan menetapkan tarif per jam atau tujuan. Biasanya sekitar 70-80 ribu untuk 1 tujuan. Kami menumpang kapal cepat Express Bahari dengan harga Rp 140.000 menuju Pelabuhan B...

Ku (H)Ajar Kodrat

Ku buka social media, membahas perempuan dan laki-laki Kau ucap “Kodrat perempuan seperti itu” Siapa kamu sehingga berani berucap kodrat? Tahukah kamu apa itu kodrat? Ku baca halaman depan surat kabar Judulnya “Jangan lupa kodrat” Siapa kamu yang berani menulis judul itu dan menyuntingnya hingga terbit di surat kabar? Padahal isinya hanya seorang pejabat perempuan yang hobi jalan-jalan, cantik, dan berkeluarga Tahukah kamu apa itu kodrat? Heii orang-orang dangkal yang hobi berucap kodrat, ingatlah bahwa kita masih sama-sama punya tubuh, otak, dan alat kelamin Coba kau buka kamus dan otakmu agar kau tau apa arti kodrat dan jangan sedikit-sedikit kau ucap ketika membahas perempuan dan laki-laki Aku percaya Tuhan tidak menciptakan orang-orang yang selalu menggunakan kata “kodrat” untuk membela atau menjatuhkan diri Karena Tuhan hanya menciptakan kita dengan alat kelamin yang berbeda!   Perempuan yang sedang belajar Namosain, 14 November 2015