Langsung ke konten utama

Postingan

Percakapan Senja

Izinkan aku larut sendiri dalam ketenangan senja Mengapa kau harus menikmatinya sendiri? Karena sesungguhnya ketenangan itu mahal harganya Kenapa harus berenang di kolam kecil tak beriak, sementara ada lautan luas membentang? Karena kali ini aku ingin menikmati lautan dengan cara berbeda, memandang, basah namun tak menyentuhnya Kenapa harus keluar ketika di dalam terbukti lebih aman? Bukankah kita harus melihat keluar dan merasakan tidak aman baru bisa katakan di dalam lebih aman Mengapa harus pergi ke Timur, jika di Barat lebih nikmat? Kau belum rasakan hangat dan nikmatnya matahari timur, di timur kami lebih dahulu menikmati matahari yang pastinya lebih hangat dari yang kau rasakan Mengapa memilih pelosok daripada perkotaan? Disini kami menemukan tantangan baru, melihat dunia yang belum pernah kami lihat sebelumnya Kenapa harus berpanas-panasan di lapangan sementara ada tempat lebih nyaman untukmu? Karena terik matahari, rinai hujan dan senyum jauh lebih nikmat d...

Tantangan Menulis Random 2015

SAYA BERANI SAYA AKAN MENCOBA!!! Tulisan pertama saya menjawab tantangan menulis random setiap hari Menulis random, belum pernah saya lakukan. Ingin mencoba aktif menulis kembali di blog ini tetapi seringkali saya terlalu banyak berpikir hingga kesulitan sendiri sebelum menuliskannya. Apakah tantangan menulis random sanggup membuat saya lebih rajin menulis dan apakah hasil yang terwujud pada akhir bulan Juni??? Jujur saya penasaran

HELLO NTT...

Di tanggal 29 September 2014, saya siap menapakkan kaki ke tanah timur yang pernah menjadi impian saya. Setelah menyelesaikan masa orientasi selama kurang lebih 1 bulan di National Office World Vision Indonesia, saya pun harus bersiap meninggalkan Pulau Jawa yang telah saya tempati selama 4,5 tahun terakhir. Setelah sebulan menikmati ibukota, saya akui berat untuk meninggalkan tempat itu tetapi kembali lagi saya mengingat bahwa saya harus siap untuk menjalani tempat baru yang pernah menjadi impian saya. Saya teringat ketika masih kuliah, saya pernah mengatakan bahwa saya nantinya akan bekerja di sebuah NGO Internasional dan menjelajah pelosok Indonesia. Seorang teman mengatakan bahwa kelak saya akan menjadi budak kantor sama halnya dengan dia yang sangat kesulitan untuk merasakan liburan tetapi saya menjawab, “Nggak ahh, ntar aku kerjanya di pantai dan gunung bukan di balik meja…” Ketika seorang teman mengatakan bahwa saya juga akan menjadi bagian dari penatnya Jakarta, saya menjawab ...

Tentang Sebuah Pekerjaan

Berapa lama kah saya tidak kembali mem posting sesuatu di blog? TIDAK TERHITUNG. Saya ingat terakhir kali menulis tentang skripsi dan kelulusan saya, mungkin itu tahun lalu. Di tahun 2014 apa saja yang telah terjadi? BANYAK, saya akan menuliskan perjalanan saya menemukan pekerjaan. Suatu hal yang saya idamkan sedari lulus kuliah, yaitu PEKERJAAN. Sebelumnya saya selalu berpikir bahwa kelak setelah dinyatakan lulus oleh universitas, saya akan segera menemukan pekerjaan dengan standar gaji ideal yang tersusun dalam benak seorang freshgraduate. Ternyata tidak semudah itu kawan, bangku kuliah belum memberikan beberapa SKS berjudul “REALITA”. Tapi itu tidak masalah, ketika kuliah kita memang diajarkan untuk berpikir ideal dan mengkonstruksi standar sebatas pengetahuan kita, ketika lulus orang-orang akan menyambut dengan ucapan, “Selamat datang di kehidupan nyata…” Cukup lama waktu yang saya jalani dengan berstatus pengangguran, 8 bulan saya berusaha menemukan pekerjaan dari penuh s...

Cerita Skripsi (3) Bertemu Narasumber

Setelah gue diberi nomor HP Pak Fauny Hidayat, Manager Marketing LSI dan bikin janji bertemu di hari sabtu. Beliau ternyata menjadi narasumber di Universitas Pendidikan Indonesia. Gue standby di UPI jam 7 pagi, dan coba ngehubungi beliau ternyata beliau masih mandi dan gue diajak ketemuan di hotel tempat beliau nginap di daerah Setiabudi. Oke, gue naik angkot lagi dan turun di hotel Casa de Ladera. Gue nunggu beliau di restoran dan beliau ngajak gue sarapan. Sebenernya gue lapar, tapi saking sibuknya preparation buat wawancara dan nge steno wawancara yang cukup panjang. Gue ga sempat sarapan! Wawancara berlangsung cukup lama, ada sekitar 15 pertanyaan yang udah gue susun dan Pak Fauny memberikan jawaban yang memuaskan, bahkan bisa gue katakan udah menjawab keseluruhan research question gue. Sehabis menyelesaikan wawancara, kita sempat ngobrol nyantai soal survey dan pendapat gue tentang Pilkada. Ketika jam menunjukkan pukul 10.30, LO acara nyamperin beliau dan disitu gue sempat mint...

Cerita Skripsi (2)

Setelah melalui sidang seminar dan prakdip di bulan November, gue menjelma menjadi mahasiswa setengah nganggur. Tugas besar gue telah berakhir, tapi gue masih punya utang ngulang 2 mata kuliah. Satu mata kuliah ga penting tapi bisa jadi mengancam cita-cita gue kalo ternyata semester ini gue belum lulus juga. FYI, ini adalah kali ke 3 gue ngambil ini matkul. Dua pengulangan sebelumnya gue gak lulus (simpel), dan satu mata kuliah lainnya adalah Mata Kuliah Umum yang ruangannya berada di sebuah ruangan terluas yang dimiliki oleh FISIP UNPAR, 90% peserta kuliah adalah Mahasiswa Baru yang masih unyu-unyu dan nikmat buat di bully. Satu setengah bulan gue habiskan dengan nyantai, main kesana kemari dan hampir melupakan kuliah, apalagi skripsi gue. Setelah menyelesaikan UAS gue langsung pulang kampung ke Siantar, merayakan natal dan tahun baru bareng keluarga tercinta. Tanpa terasa, dengan jantung berdebar-debar tiba saatnya gue harus ngebuka student portal ngecek nilai dan Puji Tuhan gue...

Cerita Skripsi (1)

Skripsi itu adalah sebuah cobaan akhir di masa-masa menjadi mahasiswa, dan disinilah gue belajar akan arti pentingnya kuliah bukan semata-mata masuk kelas, ngerjain tugas, ujian, dan nilai pun keluar. Gue dinyatakan lulus dari FISIP Universitas Katolik Parahyangan setelah melalui ujian sidang skripsi pada tanggal 17 Juni 2013. Udah basi sih kalo gue start nulis cerita skripsi dari sekarang, tapi gue rasa pengalaman gue ini harus diabadikan dalam tulisan, karena gue tahu setiap skripsier pasti punya cerita menarik berbeda yang bikin masa-masa perjuangan ini makin indah buat dikenang dan ga bakal bisa ditukar dengan apa pun. Oke, gue mulai cerita dari awal kenapa gue terjebak dalam makhluk bernama skripsi. Setelah memenuhi syarat sejumlah SKS yang telah terlewati, gue memberanikan diri ( harus ) memilih mata kuliah Seminar di semester 7. SKS gue sebenarnya udah cukup dari semester 6, tapi gue yakin kalo Seminar gue pasti akan terbengkalai mengingat betapa hectic nya semester itu d...